10 KARAKTERISTIK KEPEMIMPINAN EQ

Pemimpin tidak dibuat dengan posisi yang dijabat. Namun pemimpin membuat posisi.




Ada karakteristik yang membuat pemimpin menonjol. Karakteristik ini mirip operasi


plastik agar nyaman sehingga menjadi bagian tubuh. Orang semacam ini membuat


kepemimpinan terlihat mudah. Pemimpin besar tidak harus menjadi pakar komunikasi,


penjual andal, atau bahkan humoris. Mereka punya pribadi yang menyatakan, “Saya


punya integritas pribadi yang tinggi dan menghargai orang dan kehidupan.” Hakekat


orang ini berasal dari siapa mereka, bukan apa yang dikatakan atau dikerjakan.


Apakah Anda dilahirkan dengan kualitas kepemimpinan atau dapatkah


memilikinya dengan belajar dan meniru? Kepemimpinan dapat diajarkan dan bahkan


dicontoh setelah orang tahu dan kagum. Namun pemimpin besar berasal dari suatu


karakter dan disiplin menjadi jenis orang yang dihargai dan dikagumi orang.


Pemimpin besar punya legalitas yang jauh lebih bagus daripada yang dimiliki


orang yang dipimpin. Ketrampilan pemimpin besar adalah memotivasi orang menjadi


pemimpin sendiri. Pemimpin besar tidak memerlukan peristiwa yang terjadi sekali-sekali.


Mungkin bisa berupa kejadian berkelanjutan di seluruh negara atau organisasi jika Anda


menyadari bahwa pemimpin besar berarti terlebih dahulu menjadi orang besar. Perbedaan


yang disorot adalah ada banyak pemimpin yang baik dan bahkan efektif. Namun dunia


perlu kebesaran dari berbagai perspektif untuk mendorong Anda keluar dari realita sukses


dan masuk ke khasanah signifikansi. Artinya, membuat bagian dunia menjadi tempat


yang lebih baik untuk tempat tinggal dan bekerja.


Meski banyak orang di dunia masih hidup miskin dan berjuang memenuhi


kebutuhan, ada banyak orang yang lebih makmur sekarang daripada sebelumnya. Sukses


seseorang memiliki berbagai tingkatan. Namun menjadi signifikan berarti lebih dari


sekadar membuat perjanjian seumur hidup atau membeli perusahaan. Artinya, Anda


harus berkontribusi untuk perkembangan umat manusia. Tempat terbaik melakukan hal


ini adalah di tempat kerja.


Karakteristik kepemimpinan berasal dari karakter dan temperamen. Keduanya


menentukan bagaimana bereaksi, apa yang dirasakan, dan bagaimana berpikir. Anda


dapat mengubah kualitas kealamian dengan menyadari bahwa perubahan itu positif dan


dengan memiliki kemauan dan keinginan untuk bertindak disiplin mengendalikan emosi.


Anda tidak harus terpaku dengan emosi yang di luar kendali atau suasana hati


yang menentukan Anda sedang tidak gembira atau cemberut. Jika Anda menyertakan


kecerdasan emosional (EQ), seperti sedang dalam penalaran, Anda dapat memupuk


karakteristik yang membentuk dasar-dasar kepemimpinan besar.




1. Penyingkapan diri




Dapat berbagi perasaan merupakan pertanda kekuatan. Sebagian pemimpin percaya


bahwa ungkapan perasaan merupakan tindakan negatif dan akan membatasi keefektifan.


Adalah benar bahwa membuat pengakuan pribadi atau memberikan informasi yang dapat


merugikan reputasi Anda atau orang lain adalah tidak bijaksana. Ada orang yang selalu mencari kesempatan mendiskreditkan kesuksesan orang lain. Pengungkapan diri berarti


mengetahui bagaimana mempresentasikan pandangan Anda yang positif dan cerah.


Orang yang dapat melakukan ini sering membuat lingkungan di mana orang lain merasa


aman mengungkapkan perasaan diri sendiri. Inilah awal persahabatan yang produktif dan


menciptakan sistem pendukung, sinergi tim, kemitraan, produktifitas, dan pemecahan


masalah. Sayangnya, banyak organisasi gagal membangun lingkungan bersuasana bisnis


yang harmonis, karena orang merasa tidak aman untuk berbagi apa yang mereka pikirkan.




2. Wawasan




Mampu mengenali pola dalam emosi dan reaksi berarti dapat mengenali kecenderungan


tertentu, baik positif atau negatif. Apa yang Anda lakukan dengan pengetahuan ini akan


menentukan tingkatan komitmen terhadap perubahan. Seringkali, Anda tidak menyadari


cara menaklukkan diri saat menghadapi orang, khususnya ketika menghadapi situasi yang


penuh emosi. Semakin terampil mengenali pola respon yang sejenis, semakin bagus Anda


dapat mengoreksi atau menyempurnakan. Komplemen wawasan pribadi adalah kapasitas


mengenali pola orang lain. Ini dapat memicu perbandingan yang mempermudah


menangani kebutuhan emosi orang dan mengetahui bagaimana memecahkan


permasalahan.




3. Tanggung Jawab Pribadi




Memberikan wejangan yang memotivasi merupakan cara menaikkan potensi karyawan


dan mengejawantahkan misi organisasi. Bahkan jika tidak ada tindak lanjut pun, cara ini


sebetulnya tidak akan mengurangi kekuasaan. Namun, pemimpin akan kehilangan


kharisma jika tidak menepati janji. Karyawan dan pelanggan tidak lagi mudah dibodohi


dengan retorika dan kharisma. Mereka menginginkan tindakan. Merealisasikan berarti


memiliki tanggung jawab pribadi untuk menggapai hasil. Banyak pemimpin sekarang


mengharapkan perubahan dan menuntut hasil, tetapi tidak berpartisipasi dalam berusaha


dan tidak diperhitungkan dalam menentukan kesuksesan perusahaan. Bos semacam ini


perlu umpan balik dan duduk bersama dalam membuat keputusan. Pemimpin sekarang


perlu terlibat aktif dan bertanggung jawab terhadap proses pengembangan dan implemen-


tasi. Pemimpin yang selalu terlibat aktif dan tertarik ikut andil dalam proses perubahan


dan ingin mengetahui bagaimana dampaknya terhadap karyawan biasanya selalu


mendambakan hasil yang positif.




4. Agen Perubahan




Menjadi agen perubahan berarti memacu berbagi gagasan, perasaan, dan informasi yang


meningkatkan produktifitas. Dengan demikian membuahkan pemahaman dua arah yang


jujur. Dengan perspektif ini, tidak ada konsekuensi negatif untuk berbicara dengan jujur.


Membangun kepercayaan merupakan unsur penting dalam berinteraksi. Berbagi perasaan


tanpa marah atau menyalahkan orang lain merupakan langkah penting ke arah


rekonsiliasi. Dalam berbagai diskusi, debat atau negosiasi, harus ada sinergi emosi untuk


menstabilkan suasana hati dan nada pembicaraan. Jika seseorang marah dan berbicara


terus tanpa berhenti, peluang menyelesaikan pertentangan atau konflik sangat tipis. Pemimpin otokratis tidak mengijinkan orang lain mengungkapkan pernyataan dengan


jujur. Ketika menghadapi orang jenis pemimpin ini, karyawan akan menyembunyikan


informasi, mengatakan apa yang menyenangkan dan selalu takut terhadap hasil akhir.


Ketidakjujuran semacam ini akan memicu dua masalah yang destruktif. Yakni:




1). Ketika karyawan merasa tidak diberdayakan, mereka tidak efektif dalam


memberikan pandangan. Karyawan cenderung takut dan tidak tergoda dengan aktifitas


baru atau yang inovatif.


2). Ketika karyawan dirundung stres dan kecemasan, biasanya tidak sehat dan tidak


produktif.




5. Pengembang


Pengembang adalah pembuat konsensus dan pemerjelas pemahaman. Mereka tahu kapan


mendengarkan, empati, berbicara, dan memberikan pengarahan. Mereka punya


kombinasi yang seimbang antara asertif dan ketenangan. Pengembang percaya bahwa


setiap orang punya hak mengungkapkan pendapat dan perbedaan merupakan kualitas


positif suatu organisasi.




6. Pemegang Saham




Pemimpin dengan sikap pemegang saham memberikan karyawan peluang berbagi rasa


dalam kesuksesan dan tantangan organisasi. Karyawan diberikan saham beban untuk


merealisasikan misi perusahaan dan bertanggung jawab terhadap apa yang mereka


lakukan. Pemimpin dengan mental seperti ini tahu bagaimana mendelegasikan dan


memberikan peluang kepada karyawan untuk menyumbangkan kreatifitas kepada suatu


posisi. Dalam lingkungan semacam ini, orang merasa memiliki perusahaan dan akan


bekerja sebaik-baiknya.




7. Ketrampilan Mengatasi Stres




Ada banyak manfaat dalam kepemimpinan, namun juga banyak tekanan dan stres.


Mengatasi kekompleksan masalah, isu, dan tuntutan pemimpin abad 21 memerlukan


orang yang tahu bagaimana mengendalikan emosi.




Ada empat strategi yang dapat membantu mengendalikan emosi:




1). Meluangkan waktu untuk memeriksa realita perilaku dan sikap. Tanyakan kepada


diri sendiri:




“Bagaimana saya memperlakukan karyawan?”


“Bagaimana perasaan saya sekarang, pekerjaan, dan tantangan dalam hidup


saya?”


“Apakah saya sering marah?”


“Apakah saya mau mendengarkan?”


“Apakah saya capai?”


“Kapan terakhir kali mengerjakan sesuatu yang benar-benar saya sukai dan yang


membuat rileks?”


“Apakah saya menelantarkan keluarga?”



Jika tahu bahwa Anda memberikan tanggapan yang kurang memadai kepada pertanyaan


di atas, tibalah saatnya untuk berhenti dan melakukan hal baru. Anda perlu memfokuskan


diri dengan sungguh-sungguh dan seksama untuk mengubah perilaku diri sendiri dan car


mendayagunakan waktu. Seringkali, pemimpin bilang tidak punya waktu. Pada


kenyataannya, yang menjadi masalah bukan waktu, tetapi prioritas. Jika klien potensial


yang bisa mendatangkan keuntungan 4 triliun dollar memanggil Anda pada saat-saat


menjelang akhir hari kerja yang sibuk, itulah waktu untuk bertemu dengan klien.




2). Perhatikan kesehatan, keluarga, dan waktu rileks sebagai aset lima triliun dollar


yang harus diperhitungkan setiap hari. Ketrampilan yang perlu dimiliki dalam hal ini


antara lain:




* dapat mengenali kapan Anda capai dan terlalu banyak beban kerja.


* dapat mengenali emosi dan menyesuaikan perilaku.


* dapat menyisihkan waktu dari tekanan kerja dan dapat rileks.


* dapat percaya kepada teman yang diajak berbicara dan diskusi. Hal ini sulit dilakukan


laki-laki, namun sangat penting untuk kondisi tertentu.


* dapat menerima umpan balik dari kolega yang loyal yang bertindak sebagai barometer


dalam menghadapi tekanan kerja. Sebagian karyawan sangat pintar menyesuaikan


suasana hati pemimpin. Pengetahuan karyawan semacam ini sangat membantu bos dalam


memberikan ruang gerak restrukturisasi kelompok.




3). Mengurangi tekanan yang dibebankan kepada diri sendiri. Seringkali jabatan


pemimpin menjadi musuh terburuk bagi diri sendiri. Dorongan meraih jabatan yang ia


pegang sama dengan dorongan mempelantingkan dirinya ke spiral pribadi yang


melengkung ke bawah. Tujuan utama pemimpin seharusnya menjaga keseimbangan


antara waktu pribadi dan profesional.


Ingin tetap di puncak atau tetap memegang tampuk pimpinan dapat menjadi


masalah jika Anda tidak berhati-hati dengan konsekuensi terhadap emosi dalam diri


manusia. Banyak pemimpin sekarang meninggalkan posisi papan atas di perusahaan


multinasional karena alasan pribadi. Adalah lebih baik mempersiapkan diri menghadapi


masalah daripada melakukannya nanti setelah masalah merebak. Sukses akan berdampak


fatal kepada pemimpin, jika perhatian yang memadai tidak dicurahkan untuk menjaga


keseimbangan.




4). Belajar mengenali kapan cangkir Anda penuh dan bertindak seperlunya.




Pemahaman diri dapat membantu mengidentifikasi perasaan. Mendengarkan suara hati


dapat memberitahu Anda kapan menghadapi bahaya atau kondisi kritis. Ketika Anda


merasa bahwa orang dan masalah membuat frustasi, marah dan mengganggu ekuilibrium


lebih baik mundurlah selangkah untuk menghela napas, daripada harus berkonfrontasi


dengan orang pertama yang Anda hadapi. Menyadari perasaan diri sendiri ketika stres merupakan salah satu cara menghindari perilaku yang tidak perlu, yang dapat melukai


hati orang lain.




8. Ekspresi




Pernyataan “Bukan apa yang Anda katakan, tetapi bagaimana Anda mengatakan bahwa


sesuatu selalu diperhitungkan” memang benar adanya. Apa yang Anda katakan bisa


membuat perbedaan hubungan antar pribadi. Misalnya, jika Anda memberitahu karyawan


bahwa ia dipecat, apa pun nada Anda dalam mengucapkan kalimat ini, maknanya masih


sama. Bentuk ungkapan, derajat empati, dan pertimbangan terhadap seseorang dapat


membuat respon orang lain berbeda. Contoh pernyataan EQ:




“Adalah sulit bagi saya untuk mengatakan Anda demikian —meskipun kita menghargai


darma bakti Anda di masa lalu. Sayangnya, berhubung proyek ini kurang dana, kami


tidak dapat mempertahankan gaji Anda. Kami terpaksa harus mencari kemungkinan lain.


Namun usaha kami sia-sia sehingga terpaksa meniadakan posisi Anda. Saya akan senang


hati membantu Anda mencari pekerjaan lain dan akan mengupayakan memberikan surat


rekomendasi.”




Bagaimana Anda mengekspresikan diri bagaikan es di atas kue dan dapat menjadi


faktor penentu apakah sukses atau gagal dalam menghadapi situasi sulit. Ungkapan


terima kasih yang singkat dan tulus atas darma bakti karyawan dalam bentuk tawaran


memberikan rekomendasi memungkinkan karyawan tahu bahwa keputusan tidak dapat


dihindari dan Anda sangat menaruh perhatian terhadapnya.


Bahkan memperingatkan kepada karyawan atas perbuatannya yang tidak pantas


masih dapat dilakukan tanpa merusak karakter orang yang masih dalam proses.


Ketegasan dan pengarahan dapat diterapkan ketika mempertimbangkan perasaan


karyawan. Cara yang positif untuk mengungkapkan perasaan adalah dengan berikut ini:




* menghargai seseorang


* empati terhadap situasi


* memfokuskan pada masalah, bukan pada pribadi


* jelas dan jujur


* mengalokasikan waktu untuk menerima umpan balik dari seseorang




Puisi dan drama selalu dimulai dengan kata-kata yang ditulis di suatu halaman. Apa yang


membuatnya tampak hidup adalah emosi yang dimainkan dan penyesuaian perasaan antar


orang. Demikian juga dalam kehidupan. Cara kita mengungkapkan diri sendiri


membayangi pesan yang disampaikan. Bagi pemimpin, bentuk ekspresi yang digunakan


untuk menghadapi orang sangat penting, khususnya terhadap citra dan jenis organisasi


yang ingin dibangun. Pilihan kata sepenting ekspresi. Perpaduan yang selaras antara


kedua pihak merupakan keharusan dalam membuat pemimpin EQ.




9. Menjinakkan Anomi Perusahaan


Anomi dalam organisasi diukur dengan indikator licik yang menunjukkan bahwa ada


cacat tujuan, identitas, nilai, dan kondisi yang menyebabkan kekurangan atau kegagalan


dalam menjalankan tugas. Anomi mungkin terkesan seperti zona perang. Tetapi anomi


semakin menjadi-jadi di berbagai jenjang organisasi dewasa ini. Visi atau nilai inti yang


tidak dijunjung bersama punya makna yang tak berarti bagi orang yang bukan


memberikan otoritas kepadanya.


Kode etik yang universal tidak akan berlaku jika selalu tidak dijadikan rujukan.


Akar dari semua permasalahan adalah jenjang kepemimpinan di mana masalah seringkali


muncul.


Menjinakkan anomi perusahaan berarti:


* memimpin dengan konsisten, jujur, dan penuh integritas.


* berbagi visi jenis lingkungan yang harus ada untuk semua karyawan dan yang akan


dipakai untuk merealisasikan misi perusahaan.


* mencontoh jenis perilaku yang dapat diterima dan menunjukkan bagaimana


menghindari perilaku perusahaan yang menyimpang.


* membangun tim yang sinergis di mana harmonisasi emosi dan sudut pandang


digalakkan dan konsensus dapat dibuat.


* menciptakan nilai inti yang sesuai dengan aspirasi individu.


* menciptakan sistem pemeriksa dan penyeimbang pengatur emosi sehingga marah,


intimidasi, balas dendam, dan tidak hormat, tidak akan tumbuh subur.




10. Harmoni




Karakteristik kepemimpinan EQ adalah mau menciptakan harmoni di tempat kerja.


Artinya, di setiap jenjang terdapat:




* hubungan dan persetujuan bagaimana setiap orang diperlakukan.


* peluang untuk interaksi profesional dan pribadi.


* proses tim untuk menyalurkan aspirasi pribadi dan tujuan profesional.


* prosedur resolusi yang mengkaitkan pekerjaan untuk membuat konsensus.


* berbagi tanggung jawab misi dan nilai dalam organisasi.




Pengertian menciptakan harmoni adalah salah satu usaha paling penting dalam


organisasi, namun sering diabaikan. Menciptakan harmoni merupakan tugas yang paling


sulit dicapai karena ada perbedaan agenda, kepribadian, kebutuhan, dan tantangan. Meski


perlu usaha dan konsentrasi untuk menciptakan atmosfir yang harmonis, usaha


menciptakan keharmonisan merupakan tujuan paling mulia. Ketika ada harmonisasi,


lingkungan kerja bagaikan lingkungan yang mengagumkan. Di mana semua usaha


dinamis menyatu untuk menggapai kebaikan bersama. Tidak ada satu bintang, tetapi


banyak bintang individu yang menambahkan bakat ke pengembangan mega bintang


(superstar) yang mengejawantahkan kesuksesan organisasi.



ESQ Ari Ginanjar

No comments: