Advertise It To Yourself

Ini adalah cerita tentang bagaimana kita bisa memulai tahun 2010 dengan perubahan. Ini adalah


tentang bagaimana melakukan reframing di tahun ini, dan tidak lagi menjadi orang yang alergi


menghadapi motivasi dari diri sendiri.


Bukankah ini yang paling sering terjadi pada diri kita? Ada yang berkata-kata di dasar hati,


mengatakan bahwa sesuatu itu baik bila dilakukan. Kemudian, kita sendiri jugalah yang akhirnya


menampik, dan kemudian tampil dan bertindak tetap seperti yang sudah-sudah.


Adalah lebih mudah menelusuri berbagai latar belakang di balik segala sikap, tindakan, dan


perbuatan yang sifatnya konsumtif, ketimbang yang produktif.


Sikap yang memunculkan tindakan saya untuk membeli handphone, membeli kendaraan, dan


membeli berbagai kebutuhan lainnya, sudah terlalu sering di-endorse oleh berbagai media di


zaman modern seperti televisi, koran, majalah, radio, internet, dan sebagainya.


Advertisement, ya itu dia. Misalnya saja, saya ingin membeli handphone yang punya fitur 3G


dengan kamera di atas dua mega pixel. Jika ada lebih dari satu merk dan tipe handphone yang


tersedia di pasaran, maka saya akan berpaling kepada fitur lain, misalnya harga yang lebih


murah. Siapa yang paling berperan dalam menentukan sikap, keputusan, dan akhirnya tindakan


saya? Ya semua media itu!


Saya tetap punya pilihan dan prinsip bahkan untuk tidak membeli satupun. Akan tetapi, tetap saja


semua media itulah yang punya peran endorsement cukup besar. Jika saya tidak jadi membeli,


maka ini bisa dikatakan bahwa semua advertisement yang ada tidak mampu membuat saya take


action untuk membeli.


Bagaimana itu semua bisa terjadi?


Our mind speaks in images not words. Alias visual, alias imajinasi, alias citra. Semua media di


atas, adalah alat yang ampuh untuk kebutuhan ini. Semua citra dan gambaran yang terkait


dengan sebuah produk diexpose secara konsisten dan berulang-ulang. Lagi, lagi, dan lagi. Pagi,


siang, sore, malam dan seterusnya. Akhirnya, kita mengambil tindakan.


Lihatlah bagaimana anak-anak kita membeli jajanannya. Apa yang berpengaruh kuat? Iklan.


Prosesnya adalah visualisasi, imajinasi, dan expose (awareness). Hasilnya, anak-anak take action


dan mulai berbelanja.


Bagaimana membuat fenomena yang sering kontroversial ini menjadi sesuatu yang bermanfaat


bagi diri sendiri?


Saya hanya berpikir, alangkah baiknya jika kita justru mengambil peran ganda di era informasi ini.


Menjadi pengiklan sekaligus menjadi target iklan. Apa yang diiklankan? Tentu saja target saya


sendiri, cita-cita saya sendiri, rencana saya sendiri, berbagai perubahan yang saya kehendaki di


tahun ini, perbaikan dalam hubungan dengan berbagai pihak, berbagai tips motivasi, kata-kata


bijak dari orang-orang suskes, dan sebagainya. Iklan tentang segala kesuksesan saya kepada


saya. Iklan motivasional.


Menurut saya, lebih bagus jika kita menjadi pengiklan bagi diri kita sendiri. Beriklanlah di cermin,


sehingga kita bisa ter-exspose iklan itu secara rutin saat menyisir rambut. Di cermin kamar mandi,


bernyanyi sambil membaca iklan bagi diri sendiri. Kirimlah sms motivasi kepada diri sendiri.


Buatlah semenarik mungkin dan penuh warna-warni. Tirulah kemampuan para advertiser.


Langkah ini bisa membuat Anda mampu mereframing diri Anda sendiri berdasarkan situasi dan


keadaan Anda kini, yang mungkin sudah terlanjur menjadi korban iklan.


Lakukan pada diri sendiri, lakukan pada orang-orang yang Anda cintai. Banyak kok caranya, mulai


dari dreambook, sampai daftar dan katalog cita-cita sukses. Mulai dari teks-teks kecil di sudut


meja, wallpaper di layar monitor, sampai poster-poster berukuran besar. Munculkan di mana-


mana di sekeliling Anda.


Keuntungannya ganda. Anda menjadi orang yang pandai memasarkan; dan kepandaian


memasarkan sesuatu kepada diri sendiri, adalah modal terbesar untuk mampu memasarkan


sesuatu kepada dunia luar.


Mudah-mudahan, dengan itu semua Anda akan "termakan" oleh berbagai iklan motivasional Anda


sendiri. Akibatnya, Anda akan terinspirasi untuk mengambil inspired action, dan akhinya membeli


dagangan terbaik Anda, yaitu motivasi dan tindakan positif yang mengarah pada kesuksesan


Anda.


di kutip dari berani gagal

No comments: