ENAM AREA ANATOMI ORGANISASI

Ada enam area anatomi organisasi yang perlu perhatian berkelanjutan. Dalam memeriksa


setiap sub-bagian anatomi, Anda mungkin ingin bertanya kepada diri sendiri apakah


Anda atau organisasi menyertakan berbagai aspek, tetapi tidak disertai EQ. Artinya, tidak


ada EQ dalam membangun hubungan yang positif, implementasi misi, dan produktifitas


organisasi. Jika demikian, Anda mungkin ingin menggunakan pengaruh pribadi atau


profesionalisme untuk mengubah kondisi yang tak produktif dan beracun.




1. KERANGKA ORGANISASI




Kerangka terdiri dari orang-orang dalam organisasi. Mereka bagaikan bingkai dan tulang


punggung organisasi. Inilah yang tersisa ketika semua dekorasi, kreasi citra, dan


penambahan infrastruktur dihilangkan. Kerangka adalah bentuk organisasi ketika pakaian


dilepas dan Anda melihat intinya. Kerangka sendiri tidak akan menciptakan lingkungan kerja bernuansa EQ. Kerangka perlu daging untuk menjadi substansi. Namun demikian,


kerangka kerja dasar akan menjadi penting dalam menentukan seberapa bagus suatu


bagian anatomi dapat berpartisipasi.


Dalam organisasi tanpa EQ, kerangka akan lemah dan orang tidak bekerja sama


dengan efektif. Ini terjadi bilamana:




* nilai utama tidak diketahui atau tidak melibatkan semua staf.


* tidak konsisten dalam visi dan misi organisasi sudah lazim.


* orang tidak saling peduli dan ada permusuhan tersembunyi.


* tidak ada keputusan dan keputusan tidak dibuat dengan rasional.


* tindakan dilakukan tidak rasional dan tidak mempertimbangkan substansi.


* hierarki terlalu besar dan pribadi


* kepemimpinan mengatur orang tanpa memperhatikan perasaan, kebutuhan, dan


aspirasi.


* kebijakan tidak dapat diaplikasikan ke setiap orang dan sebagian orang tidak menerima


imbalan yang adil.


* orang hanya mementingkan diri sendiri dan tidak bisa kompromi.




2. DARAH ORGANISASI




Kelancaran pesan yang dibuat perusahaan untuk menggapai tujuan dapat dilihat dari


darah atau kemahiran melakukan operasi kegiatan. Kelancaran pesan dapat dilacak


dengan mengetahui bagaimana karyawan mengkomunikasikan makna pekerjaan dan


layanan yang diberikan. Jika kreatifitas berlebihan dan orang diberdayakan, operasi akan


berjalan dengan lancar, tanpa komplikasi.


Jika ada kemacetan atau ketidakpastian lingkungan atau visi, organisasi akan


terganggu, sehingga merusak keefektifan. Seperti yang Anda ketahui, pelanggan


menginginkan layanan yang cepat, efisien, dan efektif. Jika pelanggan tidak dilayani


demikian, pelanggan akan mencari di tempat lain.


Dalam organisasi tanpa EQ, darah tidak mengalir lancar. Ini terjadi bilamana:




* pesan bertentangan dengan layanan atau produk.


* operasi tidak berjalan lancar.


* karyawan tidak mengetahui makna perannya dalam konteks secara keseluruhan.


* kepemimpinan tidak membuat setiap orang tahu pentingnya kontribusi yang unik.




3. JANTUNG ORGANISASI




Spirit organisasi berasal dari jantung. Kemauan, antusiasme, dan keteguhan berkaitan erat


dengan perasaan di tempat kerja. Jika tidak ada jiwa di dalam organisasi, tidak akan ada


kehidupan, vitalitas, atau kebahagiaan. Orang memang akan berfungsi, tetapi tidak dapat


bekerja dengan cemerlang. Untuk melampaui kapasitas rata-rata, diperlukan kemauan


untuk menghadapi berbagai cobaan dan bencana yang banyak terjadi dalam meraih


puncak.


Pada abad 21, tempat kerja perlu mempertautkan perasaan dalam membuat


pertimbangan penting. Perlu ada dedikasi untuk membuat slogan “orang benar-benar diutamakan” secara nyata. Untuk melakukan ini, pemimpin harus mengubah paradigma


dan pihak manajemen untuk menyadari bahwa kecerdasan emosional bukan masalah


yang “halus” tetapi doktrin yang keras yang perlu diterapkan ke seluruh operasi. Ini perlu


dimulai dari jenjang pimpinan dan dilanjutkan ke seluruh hierarki organisasi.


Dalam organisasi tanpa EQ, jantung tidak memompa darah ke seluruh tempat


kerja. Ini terjadi ketika:




* antusias dan kemauan bekerja hilang.


* stres muncul sebagai akibat kurang komunikasi, melihat punggung orang lain, dan


bergolak untuk didengar.


* bentrok dan konflik sudah merupakan bentuk interaksi.


* status quo muncul ketika transformasi diperlukan untuk kemajuan.


* perubahan dipandang sebagai musuh.


* orang cenderung memberdayakan satu sama lain untuk maju.


* tidak percaya dan tidak jujur sudah menjadi norma sehari-hari.


* peraturan tak tertulis berkontradiksi dengan peraturan tertulis.


* favorit dan sebab kesalahan digunakan untuk lari dari tanggung jawab.


* kekuasaan merupakan hak istimewa bagi beberapa orang terpilih.


* emosi salah diantisipasi dan pelanggaran merupakan praktek umum.


* sikap tidak hormat, marah, dan pembalasan dijadikan cara menangani konflik.


* sistem komunikasi yang efektif tidak ada.




4. OTAK ORGANISASI




Tempat pikiran dan emosi berada di otak. Otak merupakan pusat membuat keputusan dan


memberikan jawaban. Di organisasi, kekuasaan otak merupakan pola pikir organisasi.


Otak merupakan tempat orang membuat pandangan kolektif atau menyatukan sudut


pandang yang berlainan terhadap organisasi. Ini tidak berarti perbedaan pendapat tidak


diperlukan atau tidak perlu digalakkan. Ini berarti bahwa ketika kita tidak memiliki arah


umum atau ketika berada dalam kondisi yang menyimpang terhadap premis dasar


eksistensi, maka Anda tidak mungkin dapat merealisasikan tujuan umum.


Bayangkan Anda perlu membangun rumah tanpa mengetahui seperti apa bentuk


cetak biru (blue print) rumah. Setiap hari setiap orang mengerjakan bagian rumah sesuai


impian masing-masing. Setelah beberapa lama kemudian, Anda akan menyadari bahwa


itu bukan rumah sama sekali, dan tak seorang pun tahu apa yang telah dikerjakan.


Oleh karena itu, mengetahui desain atau cetak biru merupakan salah satu aspek


penting; memahami peran Anda dalam membangun rumah adalah aspek penting lainnya.


Tanpa kedua aspek tersebut, tidak akan ada hasil akhir yang positif.


Di organisasi, seringkali karyawan tidak menyadari apa tujuan akhir dan menjadi


tidak senang karena segala sesuatu tidak berjalan seperti yang mereka inginkan. Masalah


muncul ketika karyawan menjadi kecewa dan memasukkan sikap negatif ke dalam


jantung seluruh sistem yang akan menghabiskan energi perusahaan seketika itu juga.


Dalam organisasi tanpa EQ, otak tidak melayani sebagai tempat penampung di


mana karyawan dapat membuat bingkai suatu rujukan dan emosi. Ketika ini hilang, apa


yang terjadi adalah kurang: * kebulatan tujuan


* kepuasan hati dan persahabatan


* kontrol emosi


* pemahaman motif dan maksud


* penalaran dan rasionalitas


* landasan filosofi


* ketajaman dan perenungan




5. SISTEM URAT SYARAF ORGANISASI




Sistem urat syaraf organisasi merupakan penjaga gawang untuk menginterpretasikan


dampak pesan internal dan eksternal yang dikirim ke seluruh anatomi organisasi. Sistem


urat syaraf organisasi menjadi landasan bagaimana organisasi menangani pelanggan,


masyarakat, pesaing, dan karyawan. Sistem urat syaraf organisasi merupakan mekanisme


alarm untuk mendeteksi hinaan, kejahatan, dan keprihatinan. Tanpa sistem urat syaraf


organisasi, kita tidak punya saluran untuk melepaskan perasaan. Organisasi punya sistem


urat syaraf merupakan indikator umpan balik di tempat kerja, dan dapat menjadi


instrumen meningkatkan kesadaran terhadap masalah, mal-fungsi, dan dukungan yang


diperlukan anatomi untuk menjalankan fungsi.


Dalam organisasi tanpa EQ, sistem urat syaraf organisasi bukan merupakan


operasi yang terkoordinasi, dan umumnya orang mengabaikan peringatan dan tidak


menyadari masalah yang terjadi. Dalam beberapa kasus, kehancuran total terjadi sebelum


orang menyadari peliknya masalah. Dalam kondisi yang tidak kentara, sistem urat syaraf


organisasi gagal berfungsi ketika:




* penyesuaian yang memadai tidak dilakukan untuk menghadapi ketidakpastian.


* orang menutupi masalah.


* menolak dan takut mengganti tanggung jawab dan tidak berani.


* kesederhanaan dan kesabaran tidak dipraktekkan.


* interaksi tidak berarti dan memperdaya.




6. OTOT ORGANISASI




Otot biasanya diasosiasikan dengan kekuatan dan kekuasaan. Anda mendengar dalam


film gangster, penjahat sering disebut sebagai otot (muscle). Dalam kehidupan organisasi


dan anatomi, otot memainkan peran penting dalam membantu bergerak dan


menggunakan energi seperlunya untuk bertindak. Luas dan kedalaman tempat kerja


ditentukan oleh seberapa banyak kekuatan dapat dikuasai untuk membangun ketrampilan


antar pribadi (interpersonal skills) dengan efektif. Ini untuk memastikan bahwa kapasitas


untuk berkomunikasi adalah efektif untuk menyatukan orang untuk meraih tujuan yang


saling menguntungkan.


Setiap lingkungan EQ harus membuat otot untuk bersama-sama meletakkan


sistem interaktif yang mengubah misi menjadi kenyataan. Tanpa kapasitas untuk


memenuhi tantangan dan mengatasi kemalangan sebagai suatu unit total, karyawan akan


menggadaikan dirinya sendiri naik air tanpa dukungan dan perasaan, seolah-olah mereka tidak dibantu jika sampai di air berkarang. Sebenarnya ada beberapa karyawan yang


merasa mereka akan didobrak.


Dalam organisasi tanpa EQ, otot tidak dikembangkan dengan baik untuk


memberikan dukungan kepada usaha yang diperlukan untuk meraih tujuan. Masalah ini


terjadi ketika:




* orang tidak diberdayakan.


* pemimpin otokratis.


* tidak ada loyalitas.


* mengabaikan kebijakan dan prosedur.


* fungsi tim tidak sinergis.


* ambisi pribadi mengendalikan spirit organisasi.


* komunikasi menjadi beresiko.


* karyawan mencoba dan menyabotase otoritas dan kebijakan manajemen.




Keenam bagian diperlukan untuk membuat anatomi fungsi organisasi produktif dan


kooperatif. Untuk meminimalkan pentingnya setiap komponen dapat dilakukan dengan


menerapkan semua level EQ di tempat kerja. Cara kita mengalahkan diri sendiri dan


organisasi biasanya sudah jelas dan tersembunyi secara alami. Menyadari hal ini


merupakan langkah pertama menjaga tempat kerja dari pengaruh negatif aturan tak


tertulis. Setiap kali Anda mengurangi sisi minus, Anda menambahkan sisi plus yang


sangat menyenangkan. Misal, ketika Anda mengganti tidak loyal dengan loyal, Anda


menambahkan ke level EQ pada organisasi Anda. Ini akan mengurangi elemen beracun


yang merusak organisasi dengan suasana yang sehat di tempat kerja.


No comments: